Pj. Gubernur Jakarta, Bapak Heru Budi Hartono, kembali menunjukkan komitmennya dalam menggalakkan pertanian perkotaan di Ibu Kota. Pada hari Senin, 13 Mei 2024, dalam sebuah kunjungan kerja ke Kelurahan Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Pj. Gubernur secara langsung meninjau program-program pertanian urban yang telah berjalan dan berinteraksi dengan warga yang terlibat. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk memastikan ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemanfaatan lahan kosong secara optimal.
Dalam kunjungan tersebut, Pj. Gubernur Heru Budi Hartono menyampaikan bahwa menggalakkan pertanian perkotaan bukan hanya tentang menanam dan memanen, tetapi juga tentang membangun kemandirian ekonomi dan sosial. Beliau mengapresiasi semangat dan kreativitas warga dalam mengembangkan berbagai jenis tanaman, mulai dari sayuran hidroponik, budidaya ikan dalam ember, hingga peternakan kecil. “Saya sangat bangga melihat antusiasme masyarakat. Ini membuktikan bahwa di tengah keterbatasan lahan, kita tetap bisa produktif dan menghasilkan pangan sendiri,” ujar Heru Budi Hartono.
Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta telah menjadi motor penggerak utama dalam program ini. Kepala DKPKP, Ibu Elisabeth Ratu Rante Allo, menjelaskan bahwa dukungan penuh diberikan kepada kelompok-kelompok tani perkotaan, mulai dari penyediaan bibit, pelatihan teknik budidaya, hingga pendampingan pemasaran hasil panen. “Kami berkomitmen untuk terus menggalakkan pertanian di setiap sudut kota, sehingga Jakarta bisa menjadi kota yang lebih hijau dan mandiri pangan,” kata Ibu Elisabeth.
Program ini juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan komunitas pegiat lingkungan. Salah satu contoh sukses adalah program “Kebun Warga” di mana warga bahu-membahu mengelola lahan tidur menjadi area produktif. Selain menghasilkan pangan, program ini juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak dan ajang silaturahmi antarwarga. Dengan demikian, menggalakkan pertanian perkotaan tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan. Diharapkan, semakin banyak warga Jakarta yang terinspirasi untuk terlibat dalam kegiatan positif ini, sehingga ketahanan pangan di Ibu Kota dapat terus terjaga dan meningkat.
