Sektor pertanian adalah tulang punggung perekonomian Indonesia, namun masih banyak yang bergantung pada metode konvensional. Untuk mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani, modernisasi adalah keharusan. Kunci modernisasi sektor pertanian terletak pada adopsi inovasi dan teknologi, serta sinergi antara berbagai pihak. Upaya Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam mengajak Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Hasanuddin (Unhas) adalah contoh nyata kunci modernisasi yang sedang diupayakan.
Ajakan ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian SYL saat menghadiri acara Reuni dan Silaturahmi IKA Faperta Unhas di Makassar, Sulawesi Selatan, pada bulan April 2023. SYL menekankan pentingnya peran serta para alumni yang memiliki keahlian dan jaringan luas untuk bersama-sama menggerakkan sektor pertanian dari praktik tradisional menuju era modern. Beliau percaya bahwa kunci modernisasi ini ada di tangan para akademisi dan praktisi pertanian yang merupakan alumni Faperta Unhas.
Mentan SYL menyoroti dua konsep utama yang menjadi pilar modernisasi pertanian:
- Smart Farming (Pertanian Cerdas):
- Ini adalah pendekatan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. Melalui sensor, data analitik, dan otomatisasi, petani dapat memantau kondisi lahan, tanaman, dan cuaca secara real-time.
- Manfaat: Pengambilan keputusan yang lebih akurat mengenai irigasi, pemupukan, dan pengendalian hama, sehingga mengurangi pemborosan sumber daya dan meningkatkan hasil panen. Konsep ini telah banyak diterapkan oleh petani milenial dan menunjukkan hasil yang menjanjikan.
- Greenhouse (Rumah Kaca):
- Memungkinkan budidaya tanaman dalam lingkungan yang terkontrol penuh, melindungi tanaman dari fluktuasi cuaca ekstrem, hama, dan penyakit.
- Manfaat: Produksi dapat dilakukan sepanjang tahun tanpa terganggu musim, kualitas produk lebih stabil, dan penggunaan air serta pupuk dapat lebih efisien.
Pemerintah juga menyediakan dukungan finansial melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mempermudah petani dalam mengakses modal yang dibutuhkan untuk investasi teknologi dan pengembangan usaha tani modern. Skema KUR pertanian tercatat telah menyalurkan miliaran rupiah setiap tahunnya, menunjukkan komitmen pemerintah.
Peran perguruan tinggi, seperti Faperta Unhas, sangat vital dalam kunci modernisasi ini. Mereka tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga melakukan riset dan pengembangan inovasi yang dapat diimplementasikan langsung oleh petani. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi di lapangan diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang lebih maju, produktif, dan berkelanjutan, demi ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani di seluruh penjuru Indonesia.
