Menanamkan Cinta Agrikultur dari Usia Belia: Paguyuban Budidaya Ajak Anak SD Berkebun

Di tengah modernisasi yang semakin pesat, edukasi tentang pangan dan lingkungan kepada anak-anak sejak dini menjadi krusial. Paguyuban Budidaya “Tumbuh Lestari,” sebuah organisasi yang fokus pada pengembangan pertanian berkelanjutan, mengambil inisiatif proaktif untuk menanamkan cinta agrikultur dari usia belia. Mereka mengajak puluhan siswa sekolah dasar untuk merasakan langsung pengalaman berkebun, menghubungkan kembali anak-anak dengan sumber makanan dan proses alam.

Kegiatan edukasi ini berlangsung pada hari Minggu, 26 Mei 2025, mulai pukul 08:30 hingga 11:30 WIB, di lahan percontohan Paguyuban Budidaya yang terletak di Desa Sukatani, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sebanyak 60 pelajar dari SD Harapan Bangsa dan SD Bintang Cilik, didampingi oleh guru dan anggota paguyuban, tampak riang gembira mengikuti setiap tahapan. Mereka diajarkan tentang pentingnya tanah subur, cara menanam sayuran seperti sawi dan tomat, serta proses penyiraman dan pemeliharaan tanaman hingga panen.

Inisiatif menanamkan cinta agrikultur ini bertujuan lebih dari sekadar mengajarkan teknis berkebun. Ada nilai-nilai penting yang ingin ditanamkan, seperti rasa tanggung jawab terhadap makhluk hidup, kesabaran dalam menunggu hasil, serta penghargaan terhadap jerih payah para petani. Anak-anak diajak untuk memahami bahwa makanan yang mereka konsumsi setiap hari adalah hasil dari sebuah proses panjang yang membutuhkan perawatan dan perhatian.

Ketua Paguyuban Budidaya “Tumbuh Lestari,” Bapak Rahman Hidayat (48 tahun), menjelaskan bahwa program ini akan menjadi agenda rutin setiap dua bulan. “Kami ingin menanamkan cinta agrikultur sejak dini, agar anak-anak punya bekal pengetahuan dan kepedulian terhadap lingkungan serta ketahanan pangan di masa depan,” ujarnya dalam sesi briefing sebelum kegiatan dimulai. “Jika mereka sudah merasakan langsung prosesnya, mereka akan lebih menghargai setiap hidangan di piring.”

Dinas Pertanian Kabupaten Bogor, melalui Kepala Bidang Hortikultura, Ibu Nurmala Dewi, S.P., M.Sc., yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap program ini. “Ini adalah langkah inovatif untuk menanamkan cinta agrikultur pada generasi mendatang. Dukungan penuh akan kami berikan agar program semacam ini dapat terus berjalan dan berkembang di berbagai wilayah,” pungkasnya. Diharapkan, pengalaman berkebun ini akan menjadi kenangan berharga yang membentuk karakter peduli lingkungan dan memicu minat anak-anak terhadap sektor pertanian di masa depan.