Bagi pemula, memahami struktur cabang anggur—primer, sekunder, dan tersier—adalah kunci sukses panen. Cabang primer adalah batang utama, sekunder adalah cabang horizontal dari batang, dan tersier adalah cabang yang akan menghasilkan buah. Cabang tersier harus dibentuk dengan tepat agar energi tanaman fokus pada Pembuahan Anggur dan bukan pada pertumbuhan vegetatif yang tidak produktif.
Cabang sekunder berfungsi sebagai jalur transportasi nutrisi dari akar ke cabang tersier. Membentuk cabang sekunder harus dilakukan saat tanaman masih muda, melatihnya tumbuh horizontal pada teralis. Teknik penataan yang benar memastikan distribusi sinar matahari merata ke seluruh kanopi. Cabang sekunder yang sehat adalah prasyarat keberhasilan Pembuahan Anggur di masa mendatang dan kesehatan tanaman secara umum.
Fokus utama pemula adalah pembentukan cabang tersier, karena di sinilah node atau mata tunas tempat bunga anggur muncul berada. Cabang tersier sebaiknya memiliki diameter pensil dan panjang yang seragam. Setelah cabang tersier mencapai panjang yang diinginkan, lakukan pinching atau penjepitan ujungnya. Penjepitan ini memicu tanaman untuk beralih fokus dari tumbuh ke Pembuahan Anggur.
Penjepitan (atau pinching) adalah proses memotong ujung pucuk pertumbuhan cabang tersier. Tujuannya adalah menghentikan pertumbuhan longitudinal dan mengalihkan energi untuk mengaktifkan mata tunas di ketiak daun. Teknik ini biasanya dilakukan setelah cabang tersier memiliki sekitar 8-12 daun yang matang. Penjepitan yang tepat adalah sinyal kuat untuk memulai siklus Pembuahan Anggur.
Setelah penjepitan, langkah selanjutnya adalah pemangkasan pembuahan. Pemangkasan ini dilakukan pada cabang tersier dengan menyisakan hanya 2-4 mata tunas dari pangkal cabang. Sisa mata tunas inilah yang diharapkan akan membawa cluster bunga. Pemangkasan harus dilakukan saat tanaman memasuki masa dormansi atau setelah panen agar hasilnya maksimal.
Waktu pemangkasan sangat penting. Di iklim tropis, pemangkasan pembuahan dapat distimulasi dengan memanipulasi musim kemarau dan menyiram air secara teratur setelah pemangkasan. Pastikan tanaman dalam kondisi sehat dan nutrisi terpenuhi sebelum memangkas. Kesehatan tanaman yang prima menjamin respons yang baik terhadap pemangkasan.
Pemupukan pasca pemangkasan juga harus disesuaikan. Ganti pupuk tinggi Nitrogen (N) menjadi pupuk tinggi Fosfor (P) dan Kalium (K). Pupuk P dan K sangat penting untuk pembentukan bunga dan perkembangan buah. Nutrisi yang tepat setelah pemangkasan akan mendukung kualitas dan kuantitas panen.
