Industri sutera alam lokal di Indonesia menghadapi tantangan berat, mulai dari penurunan kualitas kokon hingga rendahnya produktivitas ulat sutera (Bombyx mori). Untuk mengatasi masalah ini, Badan Riset telah memimpin sebuah revolusi yang berfokus pada penerapan Teknologi Pertanian dan penelitian bioteknologi. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi di tingkat “brak ulat” (tempat pemeliharaan ulat sutera) dan pada akhirnya, mengangkat daya saing komoditas sutera alam lokal di pasar global.
Peran kunci dari adalah dalam pengembangan varietas ulat sutera unggul dan tanaman murbei pakan yang lebih resisten terhadap penyakit. Melalui pemuliaan dan rekayasa genetik, BRIN berupaya menciptakan strain ulat sutera yang mampu menghasilkan kokon dengan serat lebih tebal, lebih panjang, dan lebih seragam. Peningkatan Badan Riset ini sangat penting karena secara langsung memengaruhi nilai jual benang sutera. Riset ini juga mencakup pengembangan nutrisi pakan tambahan untuk memaksimalkan hasil ulat.
Inovasi dari Badan Riset tidak berhenti pada genetik, tetapi juga mencakup mekanisasi dan optimalisasi lingkungan budidaya. Penerapan Teknologi Pertanian modern, seperti sistem kontrol suhu dan kelembaban otomatis di brak ulat, membantu menekan angka kematian ulat dan mempercepat proses pertumbuhan. Teknologi Smart Farming ini memungkinkan para petani sutera lokal untuk mengelola brak dengan lebih Efisien, mengurangi risiko kerugian akibat penyakit atau kondisi lingkungan yang tidak stabil.
Peningkatan Produktivitas Sutera alam lokal juga didorong oleh transfer ilmu dan teknologi dari BRIN kepada para petani. Program pelatihan yang intensif dan pendampingan teknis diberikan untuk memastikan bahwa hasil riset dapat diimplementasikan secara praktis di lapangan. Dengan menggabungkan pengetahuan tradisional petani dengan ilmu pengetahuan modern, tercipta praktik budidaya yang lebih Efisien, yang pada akhirnya meningkatkan kuantitas dan pendapatan petani sutera.
Secara keseluruhan, kolaborasi antara Riset BRIN dan petani adalah kunci bagi revitalisasi industri sutera. Dengan berfokus pada Kualitas Kokon melalui bioteknologi dan peningkatan Produktivitas Sutera melalui Teknologi Pertanian, Indonesia memiliki peluang besar untuk kembali menjadi produsen sutera alam yang disegani. Revolusi di brak ulat ini adalah bukti nyata bagaimana riset dan inovasi dapat mendorong kemandirian ekonomi lokal.
