Kadar Air pada biji kopi yang hendak diekspor menjadi parameter kualitas terpenting yang diperiksa secara sangat ketat oleh tim uji mutu komoditas di Kabupaten Jember. Jember dikenal sebagai salah satu daerah penghasil biji kopi robusta dan arabika kualitas premium di Indonesia yang menjadi komoditas ekspor utama ke berbagai negara di benua Eropa dan Amerika. Tingkat kelembapan biji kopi yang diukur secara presisi sangat menentukan daya tahan simpan, pencegahan timbulnya jamur racun, serta pembentukan aroma khas kopi saat disangrai oleh para pembeli internasional.
Proses pengujian laboratorium ini diawali dengan pengambilan sampel biji kopi secara acak dari karung-karung penyimpanan di gudang eksportir. Pengukuran Kadar Air dilakukan menggunakan alat pemindai kadar lengas digital (moisture tester) yang telah dikalibrasi sesuai dengan standar mutu internasional ICO (International Coffee Organization). Biji kopi yang memenuhi kualifikasi mutu ekspor wajib memiliki persentase kelembapan yang berada pada rentang batas aman antara 11 hingga 12,5 persen, tidak boleh kurang atau lebih.
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan tingkat kandungan air di dalam biji kopi masih melebihi batas toleransi maksimal yang ditetapkan, lot biji kopi tersebut diharuskan untuk menjalani proses penjemuran atau pengeringan ulang di oven khusus. Penanganan ketat ini sangat vital guna mencegah terjadinya proses pembusukan atau penurunan mutu cita rasa kopi selama perjalanan pengiriman menggunakan kontainer kapal laut yang memakan waktu berbulan-bulan. Kepuasan pembeli mancanegara terhadap kualitas kopi Jember sangat bergantung pada kepatuhan standar ini.
Para petani kopi dan eksportir di Kabupaten Jember merasakan dampak yang sangat positif dari penegakan standardisasi mutu pemeriksaan kelembapan biji kopi secara konsisten ini. Harga jual biji kopi asal Jember di pasar internasional tercatat relatif stabil dan memiliki nilai tawar yang tinggi karena terkenal akan konsistensi mutunya yang selalu terjaga baik. Hal ini memberikan kepastian keuntungan ekonomi yang menggembirakan bagi kesejahteraan para petani kopi lokal yang mengelola perkebunan kopi rakyat.
Dinas perdagangan dan perkebunan Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus mendampingi para petani kopi dalam mempraktikkan teknik pascapanen yang benar. Bantuan sarana lantai jemur yang higienis dan alat ukur kelembapan portabel dibagikan kepada kelompok-kelompok tani kopi di pedesaan. Dengan konsistensi pengawasan Kadar Air biji kopi yang tinggi, Kabupaten Jember makin mengukuhkan reputasinya sebagai produsen biji kopi unggulan berkelas dunia yang tepercaya dan berdaya saing global.
