Kabupaten Jember telah lama mengukuhkan posisinya sebagai pusat penelitian dan produksi kopi unggulan di Indonesia. Bagi para pekebun, menerapkan teknik stek kopi terbaik merupakan langkah strategis untuk mempercepat masa produktivitas tanaman dibandingkan dengan menanam dari biji. Metode vegetatif ini tidak hanya memangkas waktu tunggu, tetapi juga memastikan bahwa sifat unggul dari tanaman induk, seperti ketahanan terhadap penyakit karat daun dan cita rasa buah yang khas, dapat diwariskan secara sempurna kepada bibit baru yang dihasilkan di perkebunan.
Langkah pertama dalam memulai proses ini adalah pemilihan entres atau cabang produksi yang sehat dan tidak sedang berbunga. Cabang yang dipilih harus berasal dari pohon induk yang sudah terbukti produktif di wilayah Jember. Setelah entres diambil, proses penyambungan atau penyetekan harus dilakukan dengan alat yang steril untuk mencegah infeksi jamur pada luka sayatan. Ketelitian dalam menyayat batang bawah dan batang atas agar kambium bertemu dengan presisi adalah kunci utama agar bibit cepat panen dan memiliki sistem perakaran yang kuat sejak dini.
Penggunaan sungkup plastik transparan sering kali menjadi bagian dari teknik stek yang efektif untuk menjaga kelembapan udara di sekitar bibit. Di lingkungan Jember yang memiliki suhu udara ideal untuk tanaman kopi, bibit stek biasanya akan mulai mengeluarkan tunas baru dalam waktu beberapa minggu. Selama masa ini, pengaturan intensitas cahaya matahari sangat penting; bibit sebaiknya diletakkan di bawah naungan paranet agar tidak terpapar panas berlebih yang dapat menyebabkan entres mengering sebelum menyatu dengan batang bawah.
Pemberian hormon perangsang akar alami, seperti ekstrak bawang merah, juga sering diaplikasikan oleh petani setempat untuk memicu pertumbuhan yang lebih agresif. Setelah bibit dirasa cukup kuat, pemindahan ke lahan permanen harus dilakukan pada awal musim hujan agar tanaman mendapatkan asupan air yang cukup untuk fase adaptasi. Perawatan pasca tanam di Jember meliputi pemupukan organik secara berkala dan pembersihan gulma yang dapat berebut nutrisi dengan tanaman kopi muda yang sedang tumbuh pesat.
